Motor Listrik Dengan Semua Hingar Bingarnya Part1

Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle) di Indonesia disingkat menjadi KBL atau lebih khususnya yang akan dibahas disini adalah Motor Listrik atau sepeda motor listrik. Adalah kendaraan roda dua berbasis baterai yang lagi trend saat ini.

Saat ini mungkin sudah lebih dari 15 merk sepeda motor listrik yang dijual bebas di Indonesia. Sebut saja Viar, Kymco, Selis, Smoot, Volta, Alva, Yadea, Charged, Selis dan masih banyak lainnya. Varian yang dijualpun sangat terjangkau, mulai dari Rp. 10jutaan sampai puluhan juta.

Read More

Disini konsumen sangat diuntungkan dengan kehadiran beragam merk molis (motor listrik), tapi apakah hanya akan disitu aja ? bagaimana dengan masa depan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ini.

BLOG OPINI, MOTOR LISTRIK DENGAN SEMUA HINGAR BINGARNYA

Pemerintah dengan program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang tertuang dalam PerPres No. 55 Tahun 2019. Dalam upayanya mendorong kemandirian energi domestik, diantaranya pengurangan ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Semua brand berlomba menjual kendaraan listrik berbasis baterai dengan harga yang murmer sampai sultan. Berbagai merk hadir turut meramaikan pasar otomotif saat ini dan tidak salah dan bukan, hampir semua brand ini dari negara tirai bambu, yang hanya ganti merk saja hehehe.

Tapi kesannya gimana ya, banyak brand masuk, dijual ke konsumen dengan harga yang murah meriah dan seakan ada yang tidak terlihat dari semua yang terjadi saat ini, saya sebut efek yang akan ditimbulkan.

Alasannya tidak lain adalah limbah, bagaimana nanti nasib limbah baterai yang sudah tidak terpakai, akan diapakan dan dikemanakan ?

Karena sampai saat ini, tidak terlihat sama sekali tempat pengolahan atau, pengumpulan atau apalah itu namanya, orang atau suatu organisasi yang secara gamblang diterangkan dan dipublikasikan secara umum “Ini lho disini buang limbah baterainya”.

1. MOTOR LISTRIK MURAH

Sayangnya, teknologi yang digadang – gadang hijau ini terkesan tidak ada yang spesial. Unitnya dijual semurah murahnya, yang menurut saya pribadi justru bisa merusak lingkungan atau bahkan membahayakan keselamatan pengendara.

Sebut saja baterai yang meledak dan terbakar di salah satu motor listrik Ojol yang sempat viral beberap waktu lalu. Ini sudah bertanda bahwa, murah itu bisa jadi salah satu momok yang mungkin bisa berbahaya untuk pengendara.

Dan apakah ini sudah diatur regulasinya ? gak ada yang tau pastinya, karena standarisasi baterai sendiri sepertinya belum ada. Dan lagi, konsumen yang dikorbankan.

2. HARGA UNIT MURAH, BAGAIMANA DENGAN BATERAI ?

Banyak merk molis dibawah 20jutaan, tapi apa mereka yang sudah beli molis ini berfikir bahwa harga baterainya itu hampir setengah dari harga motornya ?

Ternyata masih banyak konsumen molis yang membeli karena hanya lagi trend dan harganya murah. Ya buang buang duit sih jadinya, tapi yang penting kan ikutan trend ^^.

3. SUBSIDI

Serius, aku pribadi tuh bingung sama subsidi kendaraan listrik. Bukan karena penerima atau siapanya, tapi mekanismenya. Sangat sulit mendapatkan subsidi ini, udah gitu giliran dapet nunggu indent unit yang konon katanya bisa 3 bulan.

Jadi niat gak sih ngasih subsidi ? Harapan masyarakat luas mengenai program subsidi itu ada, bahkan banyak, tetapi entah kenap rasanya sulit untuk mendapatkan subsidi.

Fokus pemerintah sudah dituangkan di PerPres, tapi kenyataan di lapangan ada sedikit perbedaan yang signifikan. Katanya mau percepatan, tapi kok di persulit subsidinya ? kan jadi gimana gitu kita sebagai warga negara, isi form sudah, isi lain lain sudah, tapi masih belum dapat juga ^^

Mungkin sekian dulu keluh kesah mengenai molis kali ini, masih banyak sih yang pengen aku tulis dan mungkin kita lanjut ke part 2 di lain waktu.

Note : ini hanya curhatan iseng tak berfaedah, tulisan ini tidak berusaha menyudutkan pihak manapun, karena hanya sekedar mencurahkan aja apa yang saya lihat dengar dan rasakan. Tentunya saya sendiri jauh diatas sempurna, tapi melalui tulisan ini saya mencoba bersuara dan terimakasih sudah bersedia mampir.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 comment