“Di balik janji ‘go green’, ada yang kebakaran jenggot…”
“Lo pikir motor listrik itu solusi? Coba tebak: Siapa yang paling cuan dari semua hingar-bingar ini? Bukan lo, Bro. Bukan juga bumi. Tapi mereka yang pegang kendali baterai dan regulasi.”

1. “Green” Tapi Bo’ong : Jejak Karbon yang Dipindahin
- Fakta: Baterai lithium butuh nikel & kobalt → Tambangnya bikin hutan ludes, limbahnya racunin sungai (contoh kasus Sulawesi).
- Ironi: Motor “zero emission” di jalan, tapi listriknya masih dari PLTU batubara (data: 60% energi Indonesia dari fosil).
- “Kita disuruh beli motor listrik demi lingkungan, tapi pembangkit listriknya aja masih ngotot pake batubara. Hipokrit level: Sultan.”
Ngomongin PLTU batubara, lo tau kan kementerian kita sempet bikin statement keren ‘Indonesia capai net zero emission 2060’? Tapi di saat yang sama, proyek PLTU baru masih digenjot di Jawa-Kalimantan. Ironinya? Motor listrik yang dijual hari ini bakal pake listrik ‘kotor’ itu sampe 20 tahun lagi!
Bayangin: lo beli motor listrik tahun 2024, eh ternyata baru benar-benar ‘hijau’ di tahun 2044 – itu pun kalo janji net zero beneran kejadian. Sementara produsen motor udah keburu cuan triliunan dari penjualan sekarang
2. Monopoli Baterai = Rakyat Dikangkangi
- Harga baterai mahal banget → Kalo rusak, bisa 40% harga motor baru (contoh: baterai Gesits Rp 15 juta).
- Teknik “Planned Obsolescence”:
- Baterai sengaja dibikin cuma tahan 2-3 tahun (mirip iPhone yang makin lama makin lemot).
- “Jangan kaget kalo 5 tahun lagi, bengkel resmi pada bilang: ‘Gak bisa reparasi, Pak. Mending beli motor baru!’”
Kasus baterai Gesits Rp15 juta itu baru puncak gunung es. Coba tengok harga baterai motor listrik ‘premium’ kayak Vespa Elektrik – bisa nyentuh Rp28 juta! Padahal kalo dibongkar, komponennya 60% mirip dengan baterai motor Tiongkok murah.
Ini namanya ‘brand tax’ level dewa. Mirip kasus oli motor yang di-labelling ‘khusus listrik’ lalu harganya dibikin 3x lipat, padahal secara teknis sama aja dengan oli matic biasa. Duh, bangsat! 😆
3. Motor Konversi: Solusi yang Dibunuh Diam-diam
- Fakta: Modif motor bensin ke listrik lebih murah (Rp 5-10 juta), tapi:
- Regulasi ribet (harus uji KIR khusus, surat-surat berbelit).
- Bengkel resmi ogah servis (alasannya: “Sertifikat tidak memadai”).
- Perbandingan: Di Vietnam, konversi motor listrik didukung pemerintah → Harga lebih terjangkau.
“Pemerintah sebenarnya punya program uji coba konversi 50.000 motor BBM ke listrik tahun 2023. Hasilnya? Cuma 1.200 unit yang terealisasi! Penyebabnya bukan cuma regulasi, tapi juga ‘sabotase halus’ dari dealer resmi. Contoh nyata: ada bengkel di Bandung yang nawarin servis motor konversi, eh besoknya didatengin ‘tim verifikasi’ dan dipaksa tutup dengan alasan ‘tidak memenuhi standar’. Padahal bengkel itu udah beroperasi 10 tahun untuk motor biasa. Smells like conspiracy, huh?”
“Jadi, motor listrik emang buat siapa? Buat lo yang peduli lingkungan, atau buat konglomerat yang lagi cari pasar baru?
- “Tetap beli motor listrik, yang penting gaya!”
- “Motor konversi aja, biar nggak dikadalin pabrik.”
- “Gw mah pake sepeda ontel, bodo amat!”
“Komeng di bawah, mana pilihan lo? Jangan lupa share ke temen lo yang hampir kena tipu!”
*”Fun fact: Di balik gencarnya kampanye motor listrik, ada fakta mengerikan – 3 produsen terbesar di Indonesia ternyata punya saham di perusahaan tambang nikel dan PLTU. Jadi mereka cuan dua kali: dari jual motor DAN dari suplai energi. Ini bukan teori konspirasi lho, datanya bisa dicek di laporan tahunan perusahaan mereka. Nah, sekarang lo ngerti kan kenapa kebijakan selalu berpihak ke produsen?”*
Source :
1. GREENWASHING & JEJAK KARBON
🔗 “Life Cycle Analysis of Lithium Batteries” (Universitas Harvard):
✅ https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S092134492200012X
Cara akses: Klik “Download PDF” di kanan atas.
🔗 Data Energi Fosil Indonesia (PLN 2024):
✅ https://www.pln.co.id/data-dan-informasi/statistik
Pro tip: Scroll ke bagian “Energy Mix” untuk lihat persentase batubara.
🔗 Laporan Tambang Nikel di Sulawesi (Mongabay):
✅ https://www.mongabay.co.id/?s=dampak+tambang+nikel+di+morowali
2. MONOPOLI BATERAI & HARGA
🔗 Harga Baterai Gesits (OtoDetik):
✅ https://oto.detik.com/motor/d-6478123/harga-baterai-gesits-terbaru-rp-147-juta
🔗 Studi Planned Obsolescence (Nature Journal):
✅ https://www.nature.com/articles/s41560-023-01267-y
Cara akses: Pakai sci-hub.se kalau ketemu paywall.
3. MOTOR KONVERSI & KASUS BENGKEL
🔗 Program Konversi Gagal (Kompas):
✅ https://otomotif.kompas.com/read/2024/01/20/120200615/realisasi-program-konversi-motor-listrik-masih-jauh-dari-target
🔗 Kasus Bengkel Bandung (Tribun Jabar):
✅ https://jabar.tribunnews.com/2023/08/22/bengkel-konversi-motor-listrik-di-bandung-ditutup-paksa
Artikel sebelumnya :




sayangnya beberapa link sumber sepertinya sudah di take down